Berita TimikaHUKRIM

Philip Nafi Divonis 27 Bulan Penjara                                         

SIDANG – Suasana sidang pembacaan putusan perkara penganiayaan terhadap terdakwa Philip Nafi di Pengadilan Negeri Timika, Selasa (30/4). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Timika memvonis terdakwa penganiayaan, Philip Nafi selama 2 tahun dan 3 bulan penjara dalam sidang pembacaan putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Timika, Selasa (30/4).

Humas Pengadilan Negeri Timika, Muh Khusnul F. Zainal, S.H, M.H kepada Timika eXpress di PN Timika pada Selasa (30/4) mengatakan, Majelis Hakim menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan, sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu Penuntut Umum.

“Majelis Hakim telah menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 3 bulan penjara,” jelasnya.

Dalam sidang pembacaan tuntutan pada 2 Maret 2024 lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika menyatakan terdakwa melanggar Pasal 351 ayat (2) KUHP.

Sehingga JPU telah menuntut pidana kepada terdakwa selama 2 tahun dan 6 bulan penjara dengan perintah agar terdakwa tetap berada didalam tahanan.

Sidang putusan tersebut dipimpin langsung oleh Muh. Khusnul F. Zainal, S.H., M.H selaku Hakim Ketua didampingi Wara’ L. M. Sombolinggi, S.H.,M.H dan Riyan Ardy Pratama, S.H., M.H masing-masing selaku Hakim Anggota.

Dalam kronologis sebelumnya, pada 17 Desember 2023 sekira pukul 22.30 WIT korban Hasmawati sedang bekerja sebagai DJ di sebuah club di Jalan Cenderawasih Timika.

Setelah sesi pertama selesai, korban kemudian rehat sejenak. Selanjutnya korban kembali bekerja pada sesi kedua hingga pukul 02.00 WIT pada waktu itu. Selesai DJ kemudian dilanjutkan dengan penampilan band.

Dan korban pun beralih menjadi Master of Ceremony (MC) untuk mendampingi DJ berikutnya.

Tidak lama berselang, korban turun dari panggung lalu bersalaman kepada tamu termasuk terdakwa dan rekan-rekannya.

“Korban pun diajak duduk sebentar di sofa bersama terdakwa dan teman-temannya, sebelum akhirnya korban dipanggil dan pindah ke sofa di sebelahnya,” ujar Khuznul kerap ia disapa.

Pada pukul 02.40 WIT, korban kembali naik ke panggung untuk menemani saksi La Ode Muhammad Yusri yang bertindak selaku MC.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 02.57 WIT, korban diajak membuat video bersama seorang tamu yang tidak dikenalinya.

Korban pun memilih duduk dipinggir panggung sembari membuat video bersama tamu tersebut.

Seketika itu, datang terdakwa dan tanpa banyak tanya langsung memukul korban hingga mengerang kesakitan dan terbaring dipinggir panggung.

“Akibatnya, hidung korban berdarah hingga ia merasa pusing. Saksi Samuel dan Edis pun langsung melarikan korban ke RSUD Mimika untuk dirawat,” jelasnya. (glt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button