PENKES

Personel Lanud YKu dan SRM Freeport Bahas Pamobvitnas dan Kasus Malaria

PERTEMUAN – Jajaran Lanud YKu Timika saat pertemuan bersama SRM Freeport di Kantor SRM 400 Kuala Kencana, Timika-Papua Tengah pada Selasa (9/5).

FOTO :Paschal/TimeX

TIMIKA,TimeX

Personel Pangkalan Udara (Lanud) Yohanis Kapiyau (YKu) Timika menggelar rapat bersama Security Risk Managemen (SRM)  PT Freeport Indonesia.

Rapat bersama membahas Pengamanan Objek Vital Nasional (Pamobvitnas) PT Frepoot Indonesia (PTFI), juga kasus malaria yang diderita personel pengamanan, itu dilangsungkan  di ruang rapat Kantor SRM 400 Kuala Kencana, Timika-Papua Tengah   pada Selasa (9/5).

Rapat bersama dipimpin Brigjen Pol. (Purn) Bonifasius Tampou, dan dihadiri Komandan Satuan Polisis Militer Angkatan Udara (Dansatpomau Lanud YKu, Lettu POM Endra Prasetyo serta Noel Hendersen, Manager SRM PTFI, Greg White selaku Manager Operation SRM 400, serta para Staf SRM 400.

Hadir pula Letkol Inf. Rano (Kasipam Obvitnas PTFI), Letkol Inf. Dwi Harry Wibowo (Danyonif Raider 631/Antang-Dan Subsatgas Pamwil), Mayor Cpl. Marjuki (Kasilog Obvitnas PTFI), Kapten Laut (P) Febrian Rinal Anamisa (Pasintel Lanal Timika), Kapten Inf. Hely Sukmajaya (Pasi Ops Kodim 1710/Mimika), serta Wilmore Tambunan,Manager Logistik SRM 400.

Dansatpomau Lanud, Lettu POM Endra Prasetyo, menyarankan agar petugas SRM Freeport harus selalu membawa surat perintah kerja saat melewati pos-pos Pamobvitnas.

Disamping itu, terkait cuaca ekstrim atau tidak menentu, disarankan pula agar pihak Freeport intens melakukan fogging di pos-pos pengamanan yang ditempati petugas di Obvitnas Freeport.

“Hal menonjol di internal adalah kasus malaria, dimana sudah banyak personel  Lanud YKu menderita malaria saat bertugas di Obvitnas Freeport,” jelasnya  mengawali pertemuan bersama kala itu.

Terkait penanganan malaria, lanjut Lettu POM Endra Prasetyo, pihakya telah berkoordinasi dengan PHMC Freeport untuk penanganan malaria.

“Selain foging, kami juga sudah timbun area-area genangan air yang terindikasi menjadi sarang nyamuk malaria,”tutupnya. (a45)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button