Berita Timika

Pengurus dan Anggota KAPP Tidak Terima, Dana Hibah Masuk Rekening Pribadi

Vincent: Saya Siap Pertanggungjawabkan Saat Raker

FOTO BERSAMA – Pengurus KAPP Mimika foro bersama di Kantor Pelayanan Polres Mimika beberapa waktu lalu.  (FOTO :DOK/TIMEX)

TIMIKA, TimeX

Pengurus dan angota Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) tidak terima adanya aliran dana hibah sebesar Rp300 Juta masuk melalui rekening pribadi, yang seharusnya masuk rekening organisasi.

Kebijakan yang ditempuh Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) KAPP Mimika berinisial VO ini lantas menuai indikasi dugaan penggelapan dana hibah dari Pemkab Mimika melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) pada 2022 lalu.

Yang jelas kami pengurus juga anggota kesal karena aliran dana yang seharusnya masuk ke kas organisasi, ternyata masuk ke rekening lain. Ini harus dipertanggungjawabkan.

Demikian isi pesan singkat via whatsapp dari pengurus dan anggota yang diterima Timika eXpress, Rabu (17/5). 

Dijelaskan pula, dengan mengalihkan rekening KAPP yang seharusnya di Bank Papua ke rekening bank lain, ini menunjukan indikasi kuat ada niatan terselubung.

Padahal, dalam struktur masih aktif pengurus inti, bendahara, sekertaris, juga direktur eksekutif.

“Sesuai ketentuan, dalam spesimen bank jelas bahwa tiga pengurus aktif yang punya tanda tangan di Bank Papua baru dana hibah ini bisa dikeluarkan, masing-masing ketua, bendahara dan sekertaris, tapi pada kenyataannya tidak. Ini ada apa?” tanya pengurus dan anggota KAPP lagi.

Menilik lebih jauh terkait hal ini, VO disinyalir sudah punya niat menggelapan dana hibah tersebut dengan mengganti struktur pengurus KAPP yang ada dengan menerbitkan struktur baru termasuk menerbitkan rekening KAPP Mimika di Bank BRI KCP Mimika.

Padahal, terkait hal ini, semuanya termaktub dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) KAPP Mimika.

Disebutkan, searusnya masalah ini dibawa melalui sidang organisasi dengan melibatkan pengurus KAPP yang lebih tinggi di tingkat provinsi atau Korwil di masing masing wilayah.

Misalnya untuk KAPP Mimika, itu masuk Korwil Meepago, maka yang harus hadir dan menengahi permasalahan ini adalah pengurus Korwil Meepago.

Dijelaskan pula, permasalahan yang terjadi merupakan ranah internal organisasi, hanya saya setiap klarifikasi dari pengurus dan anggota selalu dibantah dengan alasan yang tidak mendasari AD/ART, sehingga pengurus dan anggota ambil sikap beberkan persoalan ini ke publik.

Sementara itu, KJ, pengurus KAPP menyebutkan, kecurigaan pengurus dan anggota akan hal ini baru diketahui dan terbukti pada Awal Maret 2023.

Ketika itu, pengurus dan anggota mendapati adanya aliran dana Rp300 juta masuk ke rekening BRI melalui bukti fisik pencairan dana yang tertuang dalam SP2D BPD KAPP Mimika.
Sayangnya, dana tersebut asuk ke rekening bukan milik KAPP Mimika.

Selanjutnya, pengurus mengecek dan menanyakan langsung ke Bakesbangpol Mimika terkait aliran dana tersebut.

Kepada pengurus KAPP Mimika, salah satu staf pada Bakesbangpol Mimika, menyatakan dana hibah yang diajukan KAPP Mimika sejak September 2022 lalu itu ternyata sudah ditransfer ke rekening BRI.

Mengetahui hal itu, beberapa pengurus dan anggota lantas mendatangi dan menanyakannya ke VO selaku Ketua KAPP Mimika, namun tidak mendapatkan jawaban pasti.

Permasalahan ini pun dibeberkan pengurus dan anggota melalui media hingga diketahui publik.

Vincent: Saya Siap Pertanggungjawabkan Saat Raker

Sementara itu, menyoal tuduhan penggelapan dana hibah sebesar Rp300 juta yang diterima KAPP Mimika, Vincent O selaku Ketua KAPP Mimika, menyatakan siap mempertanggungjawabkannya saat Rapat Kerja (Raker) nanti.

“Pertanggungjawaban aktivitas organisasi tidak dapat dilakukan kepada oknum/orang tertentu kecuali pelaksana terhadap pimpinan, jadi, pertanggungjawaban bantuan hibah untuk saat ini hanya kepada donatur, sedangkan untuk anggota nanti dapat dipertanggungjawabkan melalui laporan saat Raker nanti,” demikian ditegaskan Vincent via pesan Whatsapp kepada Timika eXpress, Rabu (17/5).

Menurut dia, semua hal yang dituduhkan terkait penggelapan dana hibah Rp300 Juta, sampai saat ini adalah praduga yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Terkait info perkembangan seputar organisasi hanya bisa diperoleh di honai KAAP, tidak di WAG (Wahsapp Group). Saya berharap dapat dipahami dengan baik, dan mari kita kembali solid untuk maju bersama membangun Tanah Amungsa Bumi Kamoro,” serunya.

Disamping itu, Vincent pun menegaskan, honai KAPP hingga kini tidak sedang ditutup karena suatu masalah, melainkan tetap eksis dan terbuka untuk publik.

Ia tidak menampik, komunikasi yang berujung untuk menghasilkan sesuatu yang baik hanya melalui rapat di honai KAPP.

“Media sosial dalam hal ini WAG hanyalah sarana untuk bertukar pikiran, bukan sarana yang sah untuk melakukan suatu pertemuan, dan ia menilai isu dana Rp 300 juta sedang digoreng saat ini tidak boleh menghambat aktivitas organisasi,” ujarnya.

Ia mengajak semua pihak, khususnya pengurus dan anggota KAPP agar tidak ikut terprovokasi dengan isu yang dimainkan untuk merusak KAPP Mimika.   

“Kalau ada persoalan internal, mari kita bicarakan dan carikan solusi penyelesaian demi menjaga marwah organisasi KAPP, agar tetap eksis melayani publik,” demikian Vincent. (vis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button