Berita Timika

Pasar Mapurujaya Tidak Beroperasi Lagi

(FOTO: Gren/TimeX)

TAMPAK– Tampak pasar Mapurujaya yang sudah tidak beroperasi.

TIMIKA,TimeX

Pasca diresmikan pada 27 Januari 2023, pasar tradisional Mapurujaya di Kampung Mware, Distrik Mimika Timur, tidak lagi beroperasi. Pasar tampak lengang dan tidak ada aktivitas jual beli.

Padahal, Pasar Mapurujaya tersebut direnovasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika dengan 19 los dan menghabiskan dana Otsus 2022 sebesar Rp1,9 miliar. Tujuannya untuk menghidupkan ekonomi warga setempat.

Bakri Athoriq, Kepala Distrik Mimika Timur saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya pada Senin (22/5) mengatakan, pasar tersebut sangat sepi dan terakhir beroperasi pada 3 April 2023 kemarin.

Pasalnya pasar tersebut beroperasi hanya sekitar tiga bulan, dan pada 3 April 2023 sudah tidak ada lagi aktivitas sama sekali.

Padahal pasar tersebut dibangun oleh pemerintah untuk membantu perekonomian di Mimika Timur, karena pengelola pasar itu sendiri adalah masyarakat yang tinggal di Mimika Timur dan sekitarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Distrik Mimika Timur sudah berupaya melakukan kegiatan berupa pasar murah dan lain-lain di pasar Mapurujaya dengan tujuan menarik perhatian dan daya beli masyarakat namun tidak banyak membantu.

Sementara itu, ada beberapa kendala yang menyebabkan pasar tidak beroperasi lagi yaitu lokasi pasar tidak strategis dan daya beli masyarakat di Mimika Timur sangat kurang.

Lanjutnya, pelaku usaha yang sudah menempati los tidak mempunyai modal terutama masyarakat asli Kamoro. Selain daya beli warga sangat kurang, masyarakat juga memilih berbelanja dari pedagang keliling yang masuk ke wilayah tersebut ditambah lagi letak pasar yang jauh dari pemukiman.

Sejak diresmikan hanya terdapat 6 los yang buka yaitu KKJB 2 los, KKSS 2 los, PKK 1 los dan 1 los lagi isi oleh ibu Diana. Namun para pedagang tersebut sering mengeluh terkait pemasukuan, sebab dalam satu hari kadang omset pedagang hanya Rp30 ribua.

Sementara itu, pihak Distrik Mimika Timur sudah dua kali melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika terkait penerapan trayek D di pasar Mapurujaya tersebut agar bisa menghidupkan pasar Mapurujaya. Namun hingga saat ini belum terealisasi.

“Kami selalu berupaya untuk menghidupkan pasar tersebut dengan merancang trayek D bersama Dishub Mimika. Namun permintaan Dishub bahwa kami harus lakukan kegiatan selama satu minggu di pasar Mapurujaya. Tetapi kami tidak mempunyai pagu anggaran untuk melakukan kegiatan selama satu minggu di pasar. Sehingga kami lakukan koordinasi dengan Disperindag Mimika untuk mencari solusi untuk bisa menghidupkan aktivitas di pasar tersebut,” Jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini kami sedang menunggu informasi dari Disperindag Mimika terkait kegiatan yang akan dilakukan untuk menghidupkan kembali aktivitas jual beli di pasar Mapurujaya tersebut. Kami akan tetap berupaya untuk mengaktifkan kembali pasar Mapurujaya tersebut,” imbuhnya.(glt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button