Uncategorized

Menuju Perubahan, SMP Negeri 9 Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

>> Juga Sosialisasi Materi Guru Penggerak

FOTO BERSAMA- Narama Naftali E. Hanuebi, Kepala Distrik Kwamki didampingi Uswatun Khasanah S.pd M.pd selaku narasumber, foto bersama Kepsek SMP Negeri 9 Martha Welmabenamen S.pd, Pengawas SMP Negeri 9, Dra. Rukmini Marapil S.pd, serta para guru pada kegiatan penyebaran kurikulum merdeka belajar dan sosialisasi materi guru penggerak, Senin (15/5). (FOTO :Paschal/TimeX)

TIMIKA,TimeX

Meningkatkan kualitas pendidikan ke arah perubahan, pihak SMP Negeri 9 Kwamki Narama, Distrik Kwamki Narama, menyelenggarakan kegiatan penyebaran kurikulum merdeka belajar dan sosialisasi materi guru penggerak.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di salah satu  ruang kelas SMP Negeri 9 di Jalan Freeport  lama, Kampung Olaroa, Mimika-Papua Tengah, Senin (15/5).

Giat acara dibuka oleh Naftali E. Hanubei, Kepala Distrik (Kadistrik) Kwamki Narama, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika, Uswatun Khasanah S.pd., M.pd, serta Dra.Rukmini Marapil,S.Pd.,M.pd selaku Pengawas SMP Negeri 9.

Kegiatan itu diikuti Martha Welmabenamen,S.pd selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 9 Kwamki Narama, serta para guru maupun pegawai di sekolah itu.

Uswatun Khasanah saat menyajikan materi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), menyebut kurikulum merdeka belajar dan kurikulum sebelumya berbeda, dimana kurikulum merdeka disusun berdasarkan kemampuan sekolah masing masing.

“Kurikulum merdeka itu disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan siswa, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan sesuai kemampuan peserta didik,” sebutnya.

Melalui penyebaran kurikulum merdeka  untuk diterapkan di SMP Negeri 9, ini merupakan terobosan bagi para guru untuk mempelajarinya secara mandiri melalui platform kurikulum berbasis online.

“Guru-guru yang ikut kurikulum ini nanti memiliki Id yang sudah dilengkapi modul pembelajaran, capaian pembelajaran, penilaian hingga pelaksanaan proyek profil pelajar terkait kareteristik kurikulum merdeka, yakni mengikuti kondisi juga kebutuhan peserta didik,” tandasnya.

Sementara itu, Dra. Rukmini Marapil, menambahkan, sudah sepatutnya melakukan perubahan di SMP Negeri 9 melalui sosialisasi penyebaran kurikulum merdeka.

“Sosialisasi ini untuk guru penggerak dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan perubahan tingkat satuan pendidikan yang diwajibkan pemerintah,” paparnya.

Ia berharap ke depan, semua guru SMP Negeri 9 bisa mengikuti jejak para guru penggerak yang dituntut lebih memahami Teknologi Informasi (IT).

Selanjutnya, Martha Welmabenamen, Kepsek SMP Negeri 9 pada kesempatan itu, mengatakan, penerapan kurikulum merdeka sesuai kebijakan pusat harus diterapkan agar siswa mampu beradaptasi dengan dunia luar dalam proses belajar-mengajar.

“Sasaran utama dari giat ini adalah para guru, peserta didik, pihak Dinas Pendidikan, pemerintah distrik setempat, karena tuntutannya guru harus mampu mengajar dengan baik, profesional menerapkan sistem pembalajaran dengan kurikulum merdeka,” tandasnya.

Selanjutnya, Naftali E. Hanuebi, Kadistrik Kwamki Narama, mengatakan, dengan turunnya aturan maupun kebijakan secara berjenjang dari Pemerintah Pusat hingga daerah, maka kita pun harus berusaha mengetahui dan menerapkannya.

“Memang kurikulum merdeka menuntut para guru harus lebih profesional dan memahami, menguasai serta mahir IT untuk penjabarannya bisa diserap peserta didik. Dari sosialisasi singkat ini jadi bahan bagi para guru SMP Negeri 9 kiranya mampu menerapkan kurikulum merdeka,” tandasnya. (a45)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button