Uncategorized

Mahasiswa Sampaikan 4 Poin Aspirasi ke YPMAK

>>Vebian Magal: Kami Tunggu Hasil Rapat

AKSI – Mahasiswa saat menggelar aksi demo damai di halaman Kantor YPMAK di Jalan Yos Sudarso, Timika, Senin (15/5). FOTO : ELISA/TimeX

TIMIKA, TimeX

Puluhan pelajar dan mahasiswa yang mendapat beasiswa menggelar akse demo damai di Kantor Yayasan  Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) di Jalan Yos Sudarso, Senin (15/5).

Pelajar-mahasiswa tujuh suku asal Mimika dalam aksinya itu menyampaikan empat poin aspirasi, pertama, mereka meminta YPMAK untuk tidak membatasi kuota pemberian beasiswa dan bantuan pendidikan.

Kedua, meminta YPMAK memberikan biaya hidup bagi pelajar-mahasiswa penerima bantuan pendidikan di Timika, seperti halnya peserta di kota studi lainnya.

Ketiga, YPMAK diminta menjalin mitra dengan semua kampus yang ada di Timika, serta berharap YPMAK sebagai lembaga mitra PT Freeport Indonesia, menyediakan fasilitas berupa asrama bagi penerima bantuan pendidikan di Timika.

Empat poin pernyataan ini diutarakan Elly Dolame selaku Koordinator Demo, pasalnya, menurut dia, pelajar-mahasiswa asal tujuh suku yang studi di Timika mendapat perlakuan yang beda dengan pelajar-mahasiswa penerima beasiswa di kota studi lain di luar Timika.

“Kalau pelajar-mahasiswa yang di luar Timika dapat beasiswa berupa biaya pendidikan, tempat tinggal, uang buku dan foto copy juga uang saku, terus apa bedanya dengan kami. Kami juga putra-putri pemilik hak ulayat PTFI, jadi tidak boleh ada perbedaan,” keluh Elly.

Ia menambahkan, YPMAK sebagai lembaga nirlaba didirikan atas dasar keberpihakan pada masyarakat Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan (Dani, Damal, Moni, Mee dan Nduga) di Kabupaten Mimika, tentu harus diperlakukan sama.

“Untuk itu, kami kasih batas waktu sampai dengan Bulan Juni atau Juni mendatang, kalau tidak ada tanggapan dari YPMAK, maka kami akan lanjutkan aksi ini,” ujarnya.

Menjawab tuntutan itu, Vebian Magal, Direktur YPMAK kepada awak media usai aksi demo pelajar-mahasiswa, mengatakan pihaknya belum bisa memberi jawaban atas aspirasi yang disampaikan.

“Saya tidak bisa janji dan belum bisa berikan jawaban hari ini (kemarin-Red). Kami akan bawa aspirasi ini ke tingkat pembina dan pengawas, nanti setelah ada hasil keputusan baru kami jalankan,” kata Vebian.


Vebian pun membeberkan, pihaknya mengelola anggaran sebesar Rp 615 Miliar, dimana anggaran tersebut sudah  dialokasikan ke masing-maing divisi untuk menjalankan tiga program utama tahunan, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Vebian mengakui, memang tidak mungkin semua pelajar-mahasiswa di Mimika termasuk dua suku besar Amugme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan menjadi tanggung jawab YPMAK, itu tidak bisa.

“Jadi, peserta melalui proses seleksi dikarenakan ada kuota dan terjadi kekosongan, makanya dilakukan rekrutmen, itu pun melalui seleksi. Memang banyak anak-anak Amugme dan Kamoro nganggur, dan itu fakta, karena YPMAK bukalah malaikat untuk menyelamatkan dan membantu semua beban yang dialami anak-anak Amugme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan di Mimika,” tegasnya.

Dikatakannya, ada batasan-batasan, indikator, target, yang harus dilaporkan sesuai yang kami kerjakan.

Ia pun merincikan, YPMAK kini membiayai 3.000 peserta penerima beasiswa, dari awalnya 800 peserta sejak 2015 lalu.

Diakhir pernyataannya, Vebian menyerukan kepada pelajar-mahasiswa kiranya dapat memahami situasi ini, dan tetap menuggu hasl keputusan rapat pembina dan pengawas. (kay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button