PENKES

Keluarga Besar Dinkes Mimika Gelar Halal Bi Halal

SALAM-Para pegawai dinas kesehatan Mimika saat bersalaman dengan kepala dinas kesehatan dan asisten III di acara halal bi halal di graha Eme Neme Yauware, Jumat (5/5)

FOTO: YOSEF/TIMEX

TIMIKA, TimeX

Keluarga besar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar Halal Bi Halal dengan mengusung tema “Taburkan Maaf, Sucikan Hati dalam Indahnya Kebersamaan dan Keragaman Silaturahmi Untuk Meningkatkan Kinerja” di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (5/5).

Halal bihalal bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan untuk menciptakan keharmonisan pasca perayaan Idul Fitri 1444 H.

Kegiatan tersebut dibuka dengan pembacaan Kalam Ilahi Surat Al-Imran Ayat 103-105 oleh Hernaawati dan Hesti Wijayanti dan penampilan Qosidah dari BKMT Mimika.

Hendritte Tandiyono, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika mengatakan  melalui momentum halal bi halal ini diharapkan dapat melapangkan hati untuk saling memaafkan, atas segala khilaf yang pernah diperbuat, sehingga dalam berbagai aktivitas selanjutnya terus saling harmonis dan bersinergi antara satu dengan lainnya.

“Kebersamaan menjadi kunci utama yang dapat membangkitkan sinergi antara berbagai pihak, oleh sebab itu, kebersamaan penting untuk dapat dipelihara guna menghasilkan buah karya yang berharga bagi bangsa dan negara,” katanya.

Diketahui bersama, halal bi halal merupakan suatu tradisi positif yang dilakukan umat Islam, khususnya di Indonesia perayaan hari raya idul fitri guna menyempurnakan kemenangan dan kesucian yang diraih setelah melaksanakan puasa dan ibadah lain selama bulan suci ramadhan.

“Selain itu, halal bihalal yang diselenggarakan hendaknya sebagai wahana untuk kita intropeksi dan evaluasi diri, supaya dapat mengetahui apakah ramadhan membawa perubahan ke arah yang lebih baik, atau sebaliknya. Ibadah ramadhan selama satu bulan memberikan pelajaran bagi kita menjadi pribadi yang kuat, disiplin, sabar dan selalu menghargai antar sesama. Untuk itu mari kita pertahankan roh ramadhan dalam kehidupan sehari-hari dalam menata dan menapak kehidupan yang lebih baik dimasa yang akan datang,” jelasnya.

Lanjutnya, melalui penyelenggaraan kegiatan ini, dapat menjadi wadah dan sarana yang tepat untuk memperkuat sinergitas dan koordinasi di antara seluruh unsur dan elemen masyarakat Kabupaten Mimika dalam mewujudkan program-program pembangunan demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

Salah satu makna yang terpenting dari   peringatan halal bi halal adalah sebagai sarana  untuk menghubungkan tali siraturrahmi baik sesama umat beragama dan masyarakat.

“Lewat momen ini, saya mengajak kita semua terutama kepada para ASN selain dapat menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, saya juga berharap agar terus bekerja keras memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat kemudian saling bersinergi menghadirkan lingkungan kerja yang kondusif, sehat dan berkualitas, untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan tugas dan fungsi dengan mengedepankan nilai dasar ASN berakhlak, berorietasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif,” ungkapnya.

Sementara itu, Farida, Ketua Panitia mengatakan, kegiatan ini sangat ditunggu-tunggu pasca pandemi tahun-tahun yang lalu dan sebagai momentum untuk saling memafkan.

“Kita saling memaafkan mensucikan hati saling menghargai keberagaman saling berpegang tangan karena dengan bersatu bersama kita kuat meningkatkan kinerja kita membangun Mimika yang tercinta ini,” ungkapnya.

Kemudian, Ustad H. Muhammad Amin, Ketua MUI Mimika dalam ceramahnya menyampaikan, silaturahmi sudah menjadi tradisi masyarakat di Indonesia dan menjadi tradisi di Kabupaten Mimika. Selain hubungan bertetangga dan bernegara sering pula dilakukan secara massal yang dikenal dengan nama Halal bi halal.

“Kita di Mimika ini tidak pernah ada permasalah dalam beragama, karena kita menjadi contoh bagi semua kabupaten untuk merangkul semua agama yang di yakini,” jelasnya.

Dalam momentum ini, ia mengajak untuk semua yang hadir saling memaafkan dan jangan menyimpan dendam karena di ajaran mengajarkan untuk saling memaafkan dan merupakan hal yang baik.

“Mari kita saling memaafkan hilangkan rasa amarah di hati, karena apa yang disimpan dihati akan menjadi busuk,” ungkapnya.

Ia bersyukur setelah Ramadhan 1 syawal 1444 Hijriah, semua berkumpul disini untuk menyatukan hati dan acara hal bi halal ini bukan hanya acara umat Islam.

“Itu poin penting yang saya harus garisbawahi. Tapi halal bi halal acara kita semua. Di momen ramadan ada idul fitri kemudian ada Paskah. Dua acara besar dari umat yang besar. Kita bersyukur, ” jelasnya.

Selain itu, perlu saling memaafkan dan semua agama mengajarkan hal itu. Memberi maaf dan meminta maaf. Ia juga mengajukan pertanyaan mana yang lebih berat antara memberi maaf atau meminta maaf.

“Memberi maaf. Inilah suasana halal bi halal seperti begini, harus membuka diri, hati dan pikiran. Untuk kita saling memaafkan tidak boleh ada benang khusuk,” jelasnya.

Ia menambahkan, Halal bi halal sebenarnya silaturahmi. Sila artinya sambung dan rahim artinya kasih sayang. Itu berarti saling memberikan kasih sayang dengan tidak melihat latar belakang agama.

Ia bersyukur sudah 21 tahun di Mimika hidup antar umat beragama tidak ada gesekan karena Mimika menjadi contoh terbaik toleransi.

“Kemarin setelah sholat Id, teman-teman pastor dan pendeta datang ke rumah. Setiap tahun kami selalu bersalaman. Kalau saya hanya datang cuma satu, satunya tanya mengapa ketua MUI tidak datang di rumah saya,” tutupnya. (acm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button