Berita Timika

>>Halal Bi Halal Keluarga Besar Pondok Pesantren Hidayatullah Timika, Momentum Pererat Silaturahmi dan Memupuk Kebersamaan

FOTO BERSAMA – KH. Drs. Zainuddin Musaddad didampingi pengurus dan pengelola LPIH, foto bersama Paulus Dumais, Asisten I Setda Mimika, Ketua MUI Mimika Ustas Muh. Amin AR, S.Ag, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Timika, Ustad Al Djufri Muhammad, seusai Halal Bi Halal di Lapangan Futsal Pondok Pensantren Hidayatullah Timika.

FOTO : ISTIMEWA

TIMIKA, TimeX

Guna mempererat silaturahmi serta memupuk kebersamaan keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatullah, Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah (LPIH) Timika, papua Tengah menggelar Halal Bi Halal akbar.

Giat religi yang melibatkan pengelola TK-PAUD-SD-SMP serta SMAS Integral Hidayatullah Timika serta seluruh komite Sekolah Satu Atap (Satap) itu, mengusung tema “Rajut Silaturahmi Membentuk Harmoni Kebersamaan di Hari Kemenangan”.

Gelar Halal Bi Halal di Lapangan Futsal Pondok Pensantren Hidayatullah Timika, kilometer 9, Kampung  Kadun Jaya, Distrik Wania pada Sabtu (6/5), menghadirkan KH. Drs. Zainuddin Musaddad, MA sebagai pembawa hikmah Halal Bi Halal.

KH. Drs. Zainuddin Musaddad, MA adalah Anggota Dewan Murobbi Hidayatullah Pusat, juga praktisi dan konsultan parenting.

Hadir saat itu, Paulus Dumais, Asisten I Setda Mimika, Ketua MUI Mimika Ustas Muh. Amin AR, S.Ag, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Timika, Ustad Al Djufri Muhammad, serta seluruh civitas LPIH.

KH. Drs. Zainuddin Musaddad saat membawakan taushiyah tentang ‘wajah’,  mengatakan Allah SWT dalam Alquran menyebut wajah sebanyak 56 Kali.

Dikatakan pula, yang menyenangkan hati meski kita tidak saling kenal satu sama lain, jawabannya karena pertemuan secara langsung.

“Masalah antara suami dan istri karena wajah sudah jarang bertemu, begitu juga persoalan yang terjadi antar anak dan orang tua, ini karena jarang bertemu. Inilah inti dari silaturahmi, yaitu membangun ikatan serta mempererat satu sama lain lewat pertemuan, seperti Halal Bi Halal yang kita laksanakan ini,” ungkapnya menambahkan kita semua bisa bersatu, ini bukan karena kita, melainkan Allah melalui wajah yang merupakan karunia ilahi.

Selanjutnya, mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Paulus Dumais selaku Asisten I Setda Mimika, terlebih dahulu menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Mimika, melalui momentum Halal Bi Halal, baiknya kita melapangkan hati pikiran kita untuk saling memaafkan atas khilaf diwaktu lalu.

“Kadang kita saling salah paham, maka mari kita saling memaafkan, karena di momen Halal Bi Halal ini menjadi kunci utama membangkitkan sinergi untuk menghasilkan sebuah karya yang berharga bagi bangsa dan negara kita,” serunya.

Sementara itu, Ustad Al Djufri Muhammad, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Timika,  mengatakan, Pondok Pesantren Hidayatullah Timika yang sudah 20 tahun berdiri, tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, melainkan di bidang dakwah dan sosial.

Dimana dalam kiprahnya telah melahirkan peserta didik yang berprestasi, baik di bidang akademik, spritual dan kerohanian yang telah menembus level nasional bahkan internasional, dimana semuanya ini tidak terlepas dari peran aktif serta dukungan pemerintah.

Menyusul, Ustad Idham Khalid, S.Pd.I selaku Ketua Panitia Pelaksana Halal Bi Halal, dalam laporannya mengungkapkan gagasan serta tujuan dari kegiatan ini adalah membangun silaturahmi seluruh stakeholder terkait termasuk orang tua wali murid.

“Untuk bangun Mimika lebih maju ke depan, tentunya kita tidak bisa sendiri, tapi harus bergandengan tangan mewujudkan ‘Eme Neme Yauware’, bersatu bersaudara kita membangun,” tandasnya.

Giat Halal Bi Halal diakhiri dengan lelang sukarela yang dipimpin langsung Ketua DMI Mimika, Ustadz Abdul Muthalib Elwahan, S.Pd.

Lelang sukarela untuk mendukung kelanjutan pembangunan masjid Jami’ Hidayatullah Timika berhasil mengumpulan Rp 43.515.000, serta bantuan 90 sak semen dari para donatur.

Adapun estimasi biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Jami Hidayatullah sekitar 800 juta rupiah.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button