HUKRIM

Hakim Vonis Nataniel Magai Satu Tahun Penjara

SIDANG – Suasana sidang putusan perkara penganiayaan di PN, Rabu (10/5). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKA, TimeX

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Timika memvonis Nataniel Magai terdakwa penganiayaan satu tahun penjara pada Rabu (10/5).

Sidang putusan perkara penganiayaan tersebut dipimpin langsung oleh Putu Mahendra, S.H, M.H selaku Hakim Ketua didampingi Hakim Anggota yaitu Sarmaida E. R. Lumban Tobing, S.H, M.H dan Ryan Ardy Pratama, S.H, M.H.

Sarmaida E. R. Lumbang Tobing, S.H, M.H, Juru bicara Pengadilan Negeri Timika saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Jumat kemarin mengatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dalam dakwaan tunggal Penuntut Umum. Untuk itu, Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun.

Sementara itu, dalam sidang tuntutan pada 14 April 2023 lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Mimika, Ali Usman, SH menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana terhadap sakai Restya Dindasari sehingga menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun.

Adapun kronologis kejadiannya, awalnya terdakwa datang ke rumah saksi dan juga korban Restya Dindasari dan saksi Idam Khalid sambil berteriak “Idam, Idam, keluar”.

Kemudian korban mendengar bunyi barang dan sepeda motor yang dijatuhkan oleh terdakwa. Bahkan saksi Idam Khalid yang berada di ruang tamu juga mendengar barang-barang sudah jatuh berhamburan di lantai. sehingga ia pergi dan meminta tolong saksi Leovaktra Ajorbaba untuk mengamankan terdakwa ke rumahnya.

Tak lama kemudian, terdakwa datang lagi sambil berteriak dan menjatuhkan barang-barang dan motor didepan rumah korban.

Bahkan Nataniel juga menendang-nendang pintu rumah korban. Sehingga korban langsung membuka pintu rumah dan bertanya kepada terdakwa “ada apa?”

“Terdakwa langsung memukul korban kanan hingga mengenai bagian belakang telinga sebelah kiri. Usai menerima pukulan, korban langsung berteriak tolong “maling-maling”. Mendengar hal itu terdakwa kembali memukul korban hingga mengenai leher kanan korban,” jelasnya.

Selanjutnya, saksi Leo menarik dan membawa terdakwa ke depan rumah korban. Setelah itu, terdakwa langsung lari ke arah korban dan Idam Khalid dan kembali memukul bagian dada dan leher sebelah kiri bagian belakang.

“Atas perbuatan tersebut, terdakwa diancam dalam pasal 351 ayat (1) KUHP,” jelasnya. (glt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button