Berita Timika
Trending

Hakim Tolak Eksepsi Johannes Rettob

Story Highlights
  • "Putusan sela (hari) ini pada dasarnya menolak eksepsi dari penasihat hukum dari kedua terdakwa,"

Kuasa hukum: Materi Eksepsi akan Diperkuat pada Sidang Berikut

SIDANG-Tampak suasana sidang Johannes Rettob di Pengadilan Jayapura, Selasa (27/6). (FOTO:IST/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Jayapura menolak eksepsi (keberatan) dari penasihat hukum terdakwa Plt. Bupati Mimika non aktif Johannes Rettob (JR) dan Silvi Herawaty dalam sidang sela dugaan kasus tindak pidana korupsi yang menjerat mereka.

Hal tersebut disampaikan Aguwani, SH,. MH, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Papua, Selasa (27/6).

“Putusan sela (hari) ini pada dasarnya menolak eksepsi dari penasihat hukum dari kedua terdakwa,” ungkapnya.

Dijelaskan, setelah adanya keputusan tersebut, maka sidang perkara akan dilanjutkan ke proses berikutnya.

“Agenda selanjutnya adalah pemeriksaan saksi, semua saksi, saksi yang meringankan mungkin terakhir nanti,” jelasnya.

Ditanya soal kapan sidang akan dilakukan, ia menyebut rencananya akan digelar pada 4 Juli 2023 mendatang.

Seperti diketahui, Plt Bupati Mimika non aktif Johannes Rettob dan Direktur Asian One Air terjerat dugaan kasus tindak pidana korupsi pengadaan dan pengelolaan pesawat milik Pemkab Mimika.

Putusan sela sebelumnya pada April 2023, Majelis Hakim menolak surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Mimika dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Papua.

Usai ditolak, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) melimpahkan kembali berkas perkara dugaan KKN pengadaan dan pengelolaan pesawat dan helikopter milik Pemkab Mimika ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Jayapura pada Mei 2023.

Sementara itu, Iwan K Niode, SH, MH, yang merupakan Kuasa Hukum Johannes Rettob (JR), saat dihubungi Timika eXpress melalui telepon tadi malam, membenarkan perihal tersebut.

Kendati demikian kata dia, dalam putusan sela hari ini (kemarin, red) meski Jaksa menolak eksepsi yang diajukan, namun materi eksepsi akan dipertimbangkan pada putusan akhir sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi.

“Hakim kan sudah menyatakan bahwa perkaranya akan dilanjutkan pada Selasa depan dengan agenda pemeriksaan saksi,” katanya.

Pihaknya sendiri pada prinsipnya menghormati putusan hakim, tetapi sebagaimana yang dikatakan oleh hakim bahwa materinya akan dipertimbangkan pada putusan akhir, maka materi yang diajukan dalam eksepsi itu nantinya akan diperkuat.

“Tentunya dengan keterangan ahli, karena materi eksepsi kami itu, kami bicara soal sprindik yang berbeda dengan dakwaan. Sehingga kita akan hadirkan ahli untuk periksa itu (eksepsi, red) dan dipertajam pada sidang berikut,” tambahnya.

Menurut dia, dakwaan oleh hakim ini tidak sah karena tidak punya sprindik. Dimana sprindik yang digunakan oleh Jaksa dalam kasus ini adalah KKN.

Sementara lanjut Iwan, Jaksa tidak punya kewenangan terhadap kasus KKN. Kewenangan Jaksa hanya penyidikan terhadap kasus korupsi, sesuai dengan pasal 2 dan 3 dari UU Tipikor.

“Itulah yang kami komentari dalam eksepsi pada sidang ini. Dan kita akan perkuat dengan pemeriksaan ahli nanti. Bahwa dakwaan ini tidak punya cantolan hukum (Sprindik),” ungkapnya.

Oleh karena itu pihaknya berkeyakinan bahwa kasus ini seharusnya batal demi hukum.

Dari putusan sela hakim seharusnya dilakukan pemeriksaan Sprindik dari awal lagi. Ini jadi terkesan campur aduk, sehingga jadi bias  dan tidak tahu kemana ujung dari pemeriksaan jaksa pada waktu itu.

“Kesannya jaksa hanya comot-comot, pemahamannya keliru. Dia membuat korupsi sebagai dakwaan pertama, sementara KKN pada pada dakwaan kedua dan ketiga, tetapi semua itu satu sprindik dan satu BAP, semua sama.

Karena KKN diatur oleh UU tersendiri, tetapi jaksa hanya merubah dakwaan tetapi Sprindiknya tidak dirubah.

“Saya sangat optimis, kalau hakim jujur memeriksa perkara ini, maka paling tidak, kita bisa memperjuangkan hasil yang maksimal untuk pak Johannes Rettob, karena pak Jhon tidak melakukan tindakan sebagaimana tuduhan terhadapnya,” tutup Iwan. (acm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button