HUKRIM

Empat Saksi Akui Pelaku Jambret di Kampung Poumako Mabuk

AKP Matheus Tanggu Ate

FOTO: GREN/TIMEX

TIMIKA, TimeX

Jajaran Kepolisian Sektor Mimika Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi terkait kasus jambret yang dilakukan oleh OTK di Jalan Poros Mapurujaya.

AKP Matheus Tanggu Ate, Kapolsek Mimika Timur saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, pada Senin (8/5) mengatakan, inisial saksi belum bisa dipublikasi lantaran kasus ini masih dalam penyelidikan. Apabila sudah dinaikkan status kasus tersebut ke penyidikan maka indentitas saksi bisa dipublikasi.

Sedangkan kedua pelaku jambret diketahui hingga kini masih berada disekitar Pulau Karaka.

Berdasarkan keterangan para saksi, kata Matheus, saat kejadian mereka melihat kedua pelaku dalam kondisi mabuk sempat mampir minta rokok di sebuah kios.

Namun, saat melihat para korban, kedua pelaku langsung melakukan aksinya. Sayangnya, saksi tidak mengetahui jenis motor yang dikendarai oleh pelaku.

Untuk mendalami keterangan saksi, kami akan periksa satu orang saksi yang melihat secara langsung kejadian tersebut. Sehingga kami akan meningkatkan status perkara jambret tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan,” terangnya.

Dijelaskannya, pada Minggu (16/4) sekitar pukul 10.00 WIT anggota piket menerima laporan telah terjadi aksi perampasan uang dan handphone disertai dengan tindakan kekerasan terhadap keempat remaja asal Makassar oleh OTK.

Sekitar pukul 08.30 WIT, awalnya keempat korban bernama Arfan (20), Kiang (12), Aditya (15) dan Nabil Pratama (17) dari rumahnya di RT 09 Kampung Poumako berangkat ke Timika menggunakan 2 unit sepeda motor.

Sesampainya di TKP, pelaku berjumlah dua orang dipengaruhi minuman keras melihat korban dan kemudian membuntutinya. Tak lama kemudian pelaku langsung menghadang korban sambil mengancam menggunakan parang.

Karena takut, keempat korban langsung menghentikan kendaraannya. Mereka pun langsung meminta uang sebesar Rp5 ribu. Korban Kiang dan Nabil Pratama pun langsung memberikan Rp10 ribu dengan jumlah masing-masing Rp5 ribu.

Saat korban akan mengambil uang didalam saku celana, pelaku melihat ada uang sebanyak Rp70 ribu. Sehingga ia meminta uang tersebut. Bahkan pelaku juga mengambil satu unit Hp Vivo Y57 warna kuning. Tak hanya itu, pelaku juga mengambil uang korban yang berada di dalam casing Hp sebesar Rp310 ribu.

Lebih lanjut, pelaku juga merampas noken yang berisi Hp dan uang milik Arfan. Namun karena Arfan sempat menahannya, pelaku pun emosi dan langsung memukul bagian pipi sebelah kanan sebanyak dua kali hingga mengalami bengkak.

Pelaku lain juga meminta uang ke korban lainnya yakni Aditya namun tidak diberikan, sehingga pelaku memukul bagian pipi kiri. Bahkan pelaku juga mengancam korban menggunakan pisau sambil berkata ‘ko berani sama sa nanti sa tikam ko di sini’.

Setelah melakukan aksi tersebut, kedua pelaku pergi langsung melarikan diri.

Menurut keterangan para korban, pelaku yang dipengaruhi minuman keras menggunakan motor matic Vario warna putih dan membawa pisau dan parang. Adapun ciri-ciri salah satu pelaku yakni berambut keribo.

Jadi uang yang diambil kedua pelaku sebanyak Rp390 ribu dan satu unit Handphone Vivo Y57 warna kuning. Untuk kedua pelaku masih dalam lidik Polsek Mimika Timur,” tutup Kapolsek. (glt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button