Berita Timika

Bongkar Muat di Pelabuhan Pomako Capai 1000 Kontainer Perbulan

Husni Anwar Tianota

FOTO: YOSEF/TIMEX

TIMIKA, TimeX

Husni Anwar Tianota, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pomako mengatakan, aktivitas di pelabuhan  bongkar muat sampai sekarang berjalan seperti biasa, serta keluar masuk kapal juga berjalan seperti biasa.

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pomako perbulan bisa mencapai 900 sampai 1000 kontainer.

“Untuk kegiatan bongkar muat itu ada 3 perusahaan pelayaran yakni PT SPIL, Tanto dan TEMAS, dan sampai saat ini berjalan seperti biasa, ” Kata Husni Anwar Tianota, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pomako¬† saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/5).

Dikatakan, dari masing-masing perusahan pelayaran yang punya aktifitas bongkar muat banyak di pelabuhan adalah PT SPIL dan PT Tanto.  Sementara untuk kontainer-kontainer yang terlihat ada penumpukan di pelabuhan  hanya penitipan sementara.

“Nanti jika kapal balik dari Merauke maka perusahaan pelayaran akan memuat kembali kontainernya dan dibawa ke Surabaya lagi,” katanya.

Ia mengaku, jika tidak ada biaya penitipan kontainer yang dipungut oleh UPP Kelas II Pomako. Namun, biaya semua masuk ke kas negara (Kementerian Keuangan).

“Biaya kontainer di Pomako dibayar sesuai aturan yang berlaku. Jadi, nanti perusahaan tersebut yang akan membayar langsung ke Kementerian Keuangan. Kami hanya menerbitkan billing dan diserahkan ke perusahaan pelayaran dan perusahaan yang akan bayar ke kas negara,” jelasnya.

Ia mencontohkan, kapal PT SPIL dari Surabaya ke Timika dan setelah dilakukan bongkar muat kontainer akan ditinggal di pelabuhan karena kapal akan bergeser ke daerah lain kemudian kembali lagi ke Timika dan membawa kontainernya kembali.

“Biasanya penitipan kontainer hanya 5 hari. Untuk biayanya itu kami dari UPP hanya mengeluarkan biling dan perusahaan akan bayar ke kas negara,” katanya.

Ia meminta agar semua insan saling mensupport agar kegiatan di pelabuhan lancar sehingga berdampak pada kebutuhan masyarakat. Jangan sampai nanti terhambat karena bisa mengakibatkan harga barang naik.

“Tapi kalau lancar maka harga normal. Oleh sebab itu kita harus mengembangkan Pelabuhan Pomako lebih baik,” ungkapnya. (acm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button